Tips Buat yang Pemalu dan Sulit Bergaul

Posted by Unknown on Wednesday, October 29, 2008

Beberapa hari lalu saya membantu menjawab pertanyaan di Yahoo Answer. Pertanyaannya 'Saya orangnya pemalu dan sulit bergaul dengan orang lain dan cewek. Bagaimana cara Mengatasinya?' Di jawaban tersebut saya katakan bahwa saya dulu juga seperti itu dan saya beri sedikit nasehat, ternyata hore :~ oleh penanya jawaban saya dipilih sebagai jawaban terbaik. Sebagai ucapan terima kasih saya ingin melengkapi jawaban saya dan sedikit sharing pengalaman.

Yup, saya dulu mulai TK sampai SMA orangnya pemalu, tidak percaya diri, pendiam banget, susah bergaul. Ehm ada enggak ya teman lama yang membaca blog ini? :$ Sebenarnya saya juga pingin bisa punya banyak teman, bersenda-gurau dengan teman-teman, tapi entah kenapa sepertinya ada tembok / benteng yang membuat saya seperti menjaga diri, menjaga jarak, mungkin karena takut disakiti lagi. Hal ini terjadi cukup lama tanpa saya sadari sepenuhnya ada apa gerangan di balik semua hal itu.

Seperti yang saya ceritakan di Memori Masa Kecil Apakah yang Masih Anda Ingat?, secara tidak saya sadari kejadian masa kecil saat saya bertengkar dengan kakak, kemudian lari ke kamar mencari pertolongan mama, tapi karena kebetulan saat itu mama sedang menidurkan adik, bukannya menolong, mama malah memarahi saya, bahkan memukul pantat saya dengan kemucing. Mungkin kejadian itu terlihat sepele tapi memberi kesan yang mendalam dan sangat melukai hati anak kecil. Dari sisi orang dewasa mungkin kita bisa mengatakan kalau saya yang nakal, masa tidak melihat kalau mama saat itu sedang menidurkan adik, lihat adik jadi terbangun gara-gara saya ribut. Coba telaah lagi peristiwa tersebut:
1. Saya bertengkar dengan kakak
2. Saya masuk kamar minta tolong ke mama (mengadu)
3. Mama sedang menidurkan adik, merasa terganggu dengan rengekan saya, menengur.
4. Saya tidak puas, tetap tidak mau pergi dari sana, setelah ditegur malah menangis
5. Adik saya kaget, mama tambah tidak sabar, akhirnya marah, mengambil kemucing, memukul saya
6. Saya menangis lebih keras, merasa kehilangan pegangan. Kakak nakal, mama tidak mau menolong, papa sedang tidak di rumah, apalagi saat itu saat-saat awal punya adik (secara kebetulan jenis kelaminnya cowok lagi, yang sudah ditunggu bertahun-tahun). Secara umum anak kecil yang baru punya adik merasa perhatian orang tua terbagi, timbul rasa iri, tapi karena kejadian ini, saya merasa 'terbuang', tidak lagi disayang, yang ada di pikiran saya saat itu : yang nakal kakak, saya datang untuk minta tolong mama, kenapa mama malah memukul saya?.

Kejadian selanjutnya saya tidak ingat lagi apakah kakak saya mengejek saya yang gagal mendapat pertolongan, apakah akhirnya mama menghibur saya, atau apakah akhirnya saya lari ke pembantu? Sungguh kenangan itu tidak membekas di memori saya. Yang jelas peristiwa tersebut membuat batin saya sangat terluka. Membuat saya kehilangan 'pegangan', jika selama ini kalau kakak nakal saya bisa lari ke mama, tapi semenjak adik saya lahir dan semenjak peristiwa tersebut tidak lagi. Mama bukan lagi dewa penolong.

Sebenarnya mama saya orangnya baik, jarang banget memukul, bahkan peristiwa pemukulan diri saya hanya 1 itu yang saya ingat, saya tidak tahu apakah sebelum dan setelah kejadian itu saya pernah dipukul. Yang saya ingat hanya 1 peristiwa itu. Saya sendiri bukan termasuk anak yang nakal, bahkan cenderung 'lemah' sehingga gampang digarai / diusilin, termasuk cengeng juga. Selisih umur saya dengan kakak hampir dua tahun, sedang dengan adik 4 tahun lebih. Jadi selama belum punya adik, sudah menjadi kebiasaan jika kakak mengganggu, saya lari ke mama, tapi dalam sekejab mata, setelah adik saya lahir, mama jadi berbeda...

Saya tidak ingat apakah setelah peristiwa tersebut saya berubah drastis, menjadi pendiam, pemalu, atau seperti apa, percuma juga saya mendramatisir masalah. Yang saya ingat ketika TK di sekolah saat istirahat teman-teman bermain dengan riang gembira. Sedang saya? Hanya duduk diam termenung sendirian. Waktu itu ada kakak SD yang masuk ke ruang bermain, ada yang mengomentari eh anak itu lho lucu, yang lain berkata lucuan ini lho, sambil memegang pipi saya. Apakah saat itu saya lucu? Entahlah, kalau di foto-foto saat itu terutama pas foto untuk raport hi fotonya serem, saya lagi cemberut berat. :$

Di kelas 1 SD ada teman yang usil, tahu-tahu dari belakang rambut saya dijambak. Ada anak lain lagi yang iseng main gunting, klik lengan baju saya digunting. Apa reaksi saya? Diam, tidak bereaksi. Kelewatan khan diamnya? Paling di rumah saya mengadu, kemudian mama menjahit baju saya yang digunting teman saya tersebut.

Masa TK, SD, SMP, SMA saya terkenal sebagai orang yang pendiam, bahkan kelewat diam. Sampai-sampai teman sebangku saya mencari teman lain untuk diajak ngobrol. Habis ngobrol dengan saya apa menariknya. :(

Efek yang paling mendalam dari peristiwa pemukulan saat saya meminta pertolongan tersebut adalah saya kehilangan kepercayaan pada orang lain, jika menghadapi masalah, seberat apa pun itu, saya lebih suka menangis sendirian, secara diam-diam, memilih menyimpan rahasia tersebut rapat-rapat. Hal ini mungkin karena dalam kejadian masa lalu tersebut saya dipukul waktu minta bantuan, jadinya trauma deh. Semenjak itu kalau ada masalah, mendingan jangan lari ke mama, mungkin itu yang tertanam di benak saya. Jadi meskipun dari luar hubungan kami terlihat baik-baik saja, tapi mama tidak banyak mengetahui rahasia-rahasia batin saya.

Oh ya sebenarnya ingatan saya pada peristiwa pemukulan itu tidak serta-merta terjadi. Selama bertahun-tahun saya hidup seperti itu tanpa tahu apa yang salah pada diri saya, kenapa saya begitu pendiam, tidak bisa bergaul, pemalu, dsb. Sampai suatu ketika ketika saya berkunjung ke rumah teman yang masih berbau saudara sepupu juga (jadi papa mama teman saya kenal baik dengan papa mama saya). Mama teman saya iseng bertanya, kamu pasti enggak pernah dipukul mama ya? Eh saya langsung menjawab dengan suara keras, suara yang masih penuh rasa sakit hati dan kemarahan yang terpendam selama bertahun-tahun. Pernah! kata saya. Terus sambil menangis saya ceritakan peristiwa tersebut. Pertanyaan tersebut membuka luka batin saya yang tersimpan rapi terbuka. Meskipun sudah lama tersimpan, ketika dibuka masih menimbulkan rasa sakit yang mendalam.

Ketika saya liburan kenaikan kelas di SMA, kakak saya yang sudah mahasiswa dan kost di kota lain memberitahu ada camping rohani untuk anak SMP - SMA. Karena kakak saya mahasiswa dan waktu liburnya berbeda, dia berencana ikut Camping Rohani untuk Mahasiswa. Daripada nganggur di rumah, saya disuruh mendaftar Camping Rohani tersebut. Waktunya 1 minggu. Itu saat pertama saya pergi meninggalkan rumah sendiri dalam waktu cukup lama. Kalau orang lain mungkin sudah cerita ke sahabat-sahabat karib mengajak ikut camping rame-rame. Tapi karena saya tidak gaul, ya sudah saya pergi sendiri, diantar mama.

Sesampai di sana ternyata yang ikut camping rohani ratusan orang dari berbagai kota. Kebetulan yang sudah datang rombongan dari Jakarta dan saya ditempatkan satu kamar dengan mereka (1 kamar berisi 5 orang). Di tempat yang asing dengan orang-orang yang sama sekali tidak dikenal, adanya renungan, penyembuhan luka batin, dsb membuat hati dan pikiran saya sedikit demi sedikit mulai terbuka. Di sana saya belajar mengampuni dan sedikit berubah.

Selepas SMA, saya sengaja mengikuti jejak kakak, kost di kota lain. Tapi karena beda universitas maka kami tidak satu kost. Lingkungan yang baru ini pun sedikit demi sedikit dapat mengubah saya. Saya tidak lagi sependiam dulu, mulai sedikit terbuka.

Oke berikut tips bagi orang yang menghadapi masalah seperti saya. Bagi yang merasa pemalu, tidak bisa bergaul, dsb:
1. Mungkin hal ini terbentuk dari karakter dasar kepribadian kita, tapi diperparah oleh suatu peristiwa tertentu. Terlebih pada orang melankolis yang suka mengingat-ingat peristiwa yang 'negatif', peristiwa yang tidak enak. Jadi cobalah bersikap lebih rileks, jangan memandang hidup dari sisi negatif saja. Misal ada air berisi setengah. Orang yang optimis akan berkata untung airnya masih ada setengah. Sedangkan orang yang pesimis berkata ya ampun mana cukup airnya tinggal setengah. Lihat khan perbedaannya?

2. Coba ingat-ingat sejak kapan Anda menjadi seperti itu. Kalau pada diri saya peristiwa dimulai dari kecil (4 tahun lebih), jadi mungkin kalau ditanya kenapa saya pendiam, pemalu, mama saya bilang enggak tahu dari dulu seperti itu kok. Bagi mama peristiwa itu sepele banget tapi ternyata tidak bagi saya waktu kecil. Nah hal ini pasti berbeda pada setiap orang. Tujuan kita mencari tahu bukan untuk balas dendam melainkan untuk belajar memaafkan. Selama masih ada dendam di hati, sulit bagi kita untuk berubah.

3. Cobalah untuk mengerti kenapa sampai peristiwa tersebut terjadi. Coba lihat dari sudut pandang orang yang memarahi Anda. Kalau dalam peristiwa saya, saat itu mama lagi kesal karena adik yang sudah hampir tidur jadi terbangun. Sekarang saat saya sudah memiliki anak, mungkin saya beberapa kali melakukan kesalahan serupa (tapi tidak sama) tanpa saya sadari. Ayo buka pintu maafmu.

4. Bila emosi itu masih tersisa dan sangat sulit untuk memaafkannya, coba berdoalah minta bantuan Tuhan. Minta tolong Tuhan membukaan pintu maaf itu, memaafkan kesalahan kita dan kesalahan orang yang melukai batin kita tersebut, orang lain yang menonton dan menertawakan peristiwa tersebut. Proses ini memang tidak mudah, tapi penting. Ayo apakah Anda ingin sungguh-sungguh berubah atau ingin terus hidup di balik bayang-bayang masa lalu?

5. Sekarang bayangkan luka batin Anda pelan tapi pasti mulai menutup. Rasakan sakitnya tidak begitu terasa lagi. Bayangkan lengan-lengan orang terbuka, mereka semua mau menjadi temanmu. Selama ini kita yang menutup diri. Ingat-ingat lagi betapa seringnya kita menolak kalau diajak ke pesta, kalau diajak pergi bareng, dsb. Ditolak sekali-dua kali, lama-lama yang ngajak juga bosen khan? Jangan bilang mereka tidak peduli lagi, siapa tuh yang menolak waktu diajak? Ayo bangkitlah.

6. Lihat diri Anda di kaca. Apa sih kekurangan Anda sampai begitu pemalu, begitu tidak percaya diri? Setiap orang punya kekurangan. Ada jerawat di wajah bukan berarti tidak bisa punya teman atau menjadi terkenal. Coba lihat tuh wajah bintang film atau foto model pun ada yang jerawatan. Merasa diri pendek? Aduh orang nyari teman enggak dari tinggi badan. Kalau kita pendek terus enggak bisa jadi peragawati, pramugari, pilot, tentara, ya sadar diri deh cari profesi lainnya. Ingat cerita gelas yang berisi separuh tadi!

7. Coba bergaul dengan lingkungan baru. Eit ini tidak berarti Anda harus meninggalkan rumah lho. Ntar saya dimarahin orang tua yang protes karena anaknya minta kost semua :# :r .Maksudnya coba berteman dengan orang yang baru Anda kenal. Sekarang tehnologi khan sudah maju, lewat YM, chatting, dsb juga bisa kok. Apalagi kalau di internet khan kita bisa menyamarkan identitas. Intinya bangun rasa percaya diri Anda terlebih dahulu.

8. Membaca buku kepribadian seperti buku Personality Plus karangan Florence Littauer juga banyak membantu lho. Kita jadi tahu tidak semua orang seperti kita. Kalau orang Sanguinis ngomong yang enggak bener tentang kamu jangan dimasukin hati tuh, dia memang seperti itu sifatnya. Ngomongnya cenderung agak berlebihan tapi dia enggak bermaksud jahat karena memang sifatnya easy going, kita aja yang terlalu perasa. Kalau pingin tahu sedikit tentang kepribadian ini bisa dibaca pada artikel Lebih Memahami Anak / Pasangan Hidup dengan Mengenali Tipe Kepribadian.

9. Berpikirlah positif. Lupakan masa lalu yang tidak menyenangkan. Mulailah membuka lembaran hidup yang baru. Isi lembaran yang masih kosong itu dengan hal-hal yang positif. Hapus luka batin Anda. Ayo berdir tegak, tersenyumlah. Anda pasti bisa!

Selamat mencoba, semoga sukses! Oh ya, hal ini tidak semudah membalik telapak tangan ya, butuh proses panjang. Bayangkan berapa tahun Anda sudah menjadi seperti itu. Mencari pokok permasalahan saja butuh waktu. Yah yang penting sekarang pikiran Anda mulai terbuka dan mau berubah. Jangan lupa berdoa minta bantuan Tuhan.


Reblog this post [with Zemanta]

Thanks Dah Dateng ke carantrik.com

Admin Anda baru saja membaca posting dengan judul : Tips Buat yang Pemalu dan Sulit Bergaul . Anda juga dapat membaca ARTIKEL MENARIK lainnya di bawah ini.

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment